Pada kesempatan tersebut, Bupati Kabupaten Sumbawa Barat, , mengajak masyarakat menjadikan pergantian Tahun Baru Islam sebagai momentum hijrah menuju kehidupan yang lebih baik, baik secara pribadi maupun dalam membangun daerah.

Ia menekankan pentingnya menjaga persatuan, memperkuat nilai-nilai keagamaan, serta terus melestarikan budaya lokal sebagai bagian dari identitas masyarakat Kabupaten Sumbawa Barat.

Salah satu rangkaian kegiatan yang menarik perhatian masyarakat adalah prosesi adat yang dipimpin sesepuh adat, dilanjutkan dengan pelepasan burung merpati sebagai simbol harapan agar masyarakat senantiasa hidup damai, dijauhkan dari berbagai marabahaya, serta diberikan keberkahan dan keselamatan.

Tradisi Selamatan Desa, Bersih Desa, dan Sedekah Bumi yang masih dilestarikan masyarakat Bukit Damai menjadi bentuk harmonisasi antara nilai-nilai budaya lokal dengan semangat religius masyarakat setempat. Tradisi ini sekaligus menjadi sarana mempererat hubungan sosial antarwarga dan memperkuat semangat gotong royong dalam menjaga lingkungan.

Peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah di Desa Bukit Damai diharapkan tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya memperkuat keimanan, menjaga persatuan, serta melestarikan warisan budaya yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat yang harmonis, religius, dan berdaya dalam mendukung pembangunan di Kabupaten Sumbawa Barat.

Baca Juga: 3 Calon Sekda Pangandaran Sudah Mengerucut, Agus Nurdin Potensial Jadi Sekda Definitif

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Sumbawa Barat, unsur Forkopimcam Kecamatan Maluk, Danramil 1628-02/Sekongkang, Kapolsek Maluk, Camat Maluk, Ketua MUI Kabupaten Sumbawa Barat, perwakilan PT , para kepala desa se-Kecamatan Maluk, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta masyarakat Desa Bukit Damai.(Red)

1 2
Share.
Leave A Reply

Exit mobile version