Kedua, di pinggiran pantai para nelayan pendatang dan nelayan pribumi seolah tidak bertanggung jawab membangun saung-saung di pinggiran pantai di lahan cagar alam yg seenaknya Tanpa memikirkan dampak ruksaknya ekosistim yangg di lindungi.
Bahkan, kata Warga pihak pengawasan BKSDA diduga seolah tutup mata tutup teling terhadap pembuatan saung-saung nelayan yang semena-mena di kawasan cagar alam .
Baca juga: Dandim 0612/Tasik Pimpin Upacara Bendera dalam rangka Memperingati Hari Sumpah Pemuda Ke-95 Tahun
“ya cagar alam Leuweung Sancang sudah kritis dan pengawasan dari BKSDA kurang tegas,” Ujarnya.(Ayi)**
1 2

