Irawan Aris Sandi menerangkan, ledakan dapat terjadi ketika gas yang bocor memenuhi ruangan dan tidak memiliki sirkulasi udara yang baik. Gas tersebut kemudian bertemu dengan sumber pemicu api atau percikan listrik.

“Yang bikin meledak itu kepulan gas dalam satu ruangan. Anggap ruangan ini tertutup di dapur, gas ini bocor keluar terus-menerus, mengepul dan tidak bisa keluar. Ketika mendapat penyalaan, baik itu dari listrik, kompor maupun korek, maka dia akan meledak. Yang meledak itu gas yang di luar,” paparnya.

Karena itu, masyarakat diminta memastikan dapur memiliki ventilasi dan sirkulasi udara yang memadai. Kondisi dapur yang tertutup tanpa ventilasi dinilai dapat meningkatkan risiko ketika terjadi kebocoran gas.

“Kalau ibu-ibu memasak di dapur harus ada ruang terbuka. Jangan dapur tertutup karena tidak dilengkapi dengan ventilasi yang baik, tidak ada sirkulasi yang baik,” tegasnya.

Irawan mengatakan kunjungan sekolah ke kantor Damkarmat cukup rutin dilakukan. Untuk wilayah Taliwang dan sekitarnya, kunjungan dari TK menjadi salah satu yang paling banyak.
Selain menerima kunjungan, Damkarmat KSB juga melakukan sosialisasi langsung kepada masyarakat maupun sekolah berdasarkan permintaan.

“Pertahun paling dominan pelajar TK yang kunjungan ke Damkarmat untuk wilayah Taliwang dan sekitarnya. Hampir rata-rata semua ke sini. Selain TK yang berkunjung, atas permintaan masyarakat sekitar 30, baik yang kita lakukan sosialisasi kepada masyarakat maupun anak sekolah,” katanya.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pencegahan kebakaran dengan membangun pemahaman masyarakat sejak dini. Edukasi kepada anak-anak diharapkan dapat membentuk kebiasaan lebih waspada terhadap sumber api dan potensi bahaya kebakaran di lingkungan sekitar.

Inspektur Muda Kebakaran Damkarmat KSB Irawan Aris Sandi menambahkan, tugas bidang pencegahan tidak hanya berkaitan dengan edukasi dan sosialisasi. Bidangnya juga menangani pengurusan rekomendasi keselamatan kebakaran serta sertifikat keselamatan kebakaran bagi bangunan.

“Masyarakat yang membutuhkan rekomendasi untuk gedungnya terkait keamanan dari kebakaran bisa mengajukan di bidang ini,” kata Irawan.

Di sisi pelayanan, Damkarmat KSB saat ini telah memiliki sejumlah pos pemadam di luar wilayah Taliwang. Pos tersebut berada di Kecamatan Jereweh, Brang Rea dan Seteluk.

“Tahun ini lagi dibangun di Poto Tano dan tahun depan di wilayah Sekongkang,” ujarnya.

Keberadaan pos di sejumlah wilayah tersebut diharapkan dapat memperkuat jangkauan pelayanan Damkarmat, terutama dalam merespons kejadian kebakaran yang terjadi jauh dari pusat pemerintahan di Taliwang.

Kepala TK Negeri 8 Taliwang Nurwahidah S.Pd., AUD mengatakan kunjungan ke Damkarmat KSB merupakan kegiatan perdana bagi sekolahnya. TK Negeri 8 Taliwang yang beralamat di Telaga Bertong tersebut baru berdiri sekitar satu tahun.

“Kegiatan hari ini diikuti oleh 48 siswa dan siswi TK kelas A dan B. Bertujuan untuk mengedukasi anak-anak biar tahu bagaimana menghadapi ketika ada bahaya kebakaran,” kata Nurwahidah.

Menurutnya, edukasi secara langsung memberikan pengalaman berbeda bagi anak-anak. Mereka tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga melihat peralatan, menaiki mobil pemadam, hingga mengikuti praktik bersama petugas Damkarmat.

“Minimal mereka mengetahui dan tadi sudah dipraktikkan langsung sama petugas Damkarmat,” ujarnya.

Nurwahidah mengaku puas dengan kegiatan tersebut. Dia berharap kunjungan edukatif ke Damkarmat dapat dilakukan secara rutin setiap tahun.

Baca juga: Warga Keluhkan Camat Gunungtanjung Kab Tasik Jarang Ngantor, Tokoh Sebut Kinrjanya Buruk dan Sering Mangkir Rakor

“Kami merasa puas dengan kegiatan ini dan ke depannya ingin setiap tahunnya ada kunjungan seperti ini,” pungkasnya.(Red)

1 2
Share.
Leave A Reply

Exit mobile version