Sumbawa Barat Obormerahnews.com-Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Nusa Tenggara Barat (NTB), mulai mengenalkan bahaya kebakaran kepada anak-anak sejak usia dini.

Baca juga: Jeje Wiradinata Bicara Keras Soal Milangkala ke-14 Pangandaran, Bandingkan Dana Joged-Joged dengan Penanganan Bencana

Puluhan siswa TK Negeri 8 Taliwang diajak mengenali peralatan pemadam kebakaran sekaligus memahami bahaya bermain korek api.

Sebanyak 48 siswa kelas A dan B TK Negeri 8 Taliwang mengikuti edukasi tersebut melalui kunjungan ke Kantor Damkarmat KSB. Para siswa tidak hanya mendapatkan penjelasan dari petugas, tetapi juga diajak melihat langsung berbagai perlengkapan yang digunakan dalam penanganan kebakaran.

Suasana edukasi berlangsung semakin meriah ketika anak-anak TK tersebut berkesempatan berkeliling menggunakan mobil pemadam kebakaran. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan permainan air di depan Kantor Damkarmat KSB.

Saat mobil pemadam kembali ke kantor, anak-anak terlihat antusias bermain air. Petugas Damkarmat menyemprotkan air menggunakan selang pemadam kebakaran dan anak-anak pun berlarian menikmati guyuran air di halaman kantor.

Kegiatan tersebut menjadi pengalaman langsung bagi para siswa sekaligus membuat edukasi mengenai pemadam kebakaran berlangsung lebih menyenangkan dan mudah dipahami anak-anak.

Kepala Damkarmat KSB Drs H Abdul Razak melalui Kepala Seksi Pencegahan Kebakaran Ahmadi S.AP mengatakan kunjungan sekolah, khususnya anak-anak TK, menjadi salah satu sarana untuk memberikan pemahaman dasar mengenai keselamatan kebakaran.

Pada kesempatan itu Inspektur Muda Kebakaran Irawan Aris Sandi S.AP berkesempatan memberikan pemaparan terkait kegiatan tersebut.

“Kami sering dikunjungi oleh sekolah-sekolah, terutama anak-anak TK yang ada di Kabupaten Sumbawa Barat. Tujuannya kami ingin memperkenalkan alat-alat apa saja yang digunakan pada saat terjadi kebakaran,” kata Inspektur Muda Kebakaran Irawan Aris Sandi S.AP. Pada Kamis (8/10/2026).

Menurutnya, edukasi tidak sebatas memperkenalkan perlengkapan yang digunakan petugas pemadam. Anak-anak juga diberikan pemahaman mengenai tindakan pencegahan yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu yang ditekankan adalah larangan bermain korek api. Anak-anak dinilai perlu mendapatkan pemahaman sejak dini mengenai risiko api agar tidak mencoba benda-benda yang dapat memicu kebakaran.

“Kami juga jelaskan kepada anak-anak pelajar TK ini agar mereka tidak main korek api. Mereka masih labil sekali, untuk itu kita jelaskan agar mereka tidak sembarangan bermain korek api,” ujarnya.

Selain memberikan edukasi kepada anak-anak, Damkarmat KSB juga rutin memberikan pemahaman kepada masyarakat, khususnya ibu rumah tangga, mengenai keselamatan penggunaan gas LPG 3 kilogram.

Dalam kegiatan sosialisasi, petugas menggunakan regulator yang telah dimodifikasi untuk kebutuhan simulasi. Simulasi tersebut dilakukan untuk meluruskan pemahaman masyarakat mengenai risiko ledakan tabung LPG.

Irawan Aris Sandi mengatakan masih ada masyarakat yang menganggap tabung LPG akan langsung meledak ketika terkena api. Padahal, menurutnya, risiko ledakan lebih berkaitan dengan gas yang bocor dan kemudian terakumulasi di dalam ruangan tertutup.

“Kami edukasikan kepada ibu-ibu karena masih banyak sekali yang tidak berani dengan gas, takutnya gas itu meledak. Makanya kami lakukan simulasi untuk memastikan kalau tabung gas itu tidak meledak ketika terjadi penyalaan,” jelasnya.

Dia menyebut, berdasarkan penanganan berbagai kasus kebakaran yang terjadi, tidak ada tabung LPG yang secara langsung menjadi sumber ledakan sebagaimana kekhawatiran sebagian masyarakat.

“Tapi dalam kenyataan yang sebenarnya, dari sekian kasus kebakaran yang terjadi tidak ada satu pun tabung yang meledak,” ujarnya.

1 2
Share.
Leave A Reply

Exit mobile version