Kata Dedi, pengrekrutan tenaga honorer di Kabupaten Tasikmalaya bukan berdasarkan keahlian atau kebutuhan, tapi rekomendasi pejabat yang terpilih
Dedi menambahkan, pengrekrutan tenaga honorer dari pendidikan dan kesehatan seperti dokter, bidan dan guru itu murni tidak ada masalah. Tapi yang tenaga umum itu tim sukses. Mereka begitu menang yang didukung, dijadikan tenaga honorer,” ujarnya.
Baca juga: Presiden Joko Widodo Resmikan Smelter Tembaga Dan Pemurnian Logam Mulia AMMAN
Biaya belanja pegawai akan terus bertambah karena tiap berganti kepala daerah atau terpilih pemimpin baru, tim sukses pemenang pilkada akan menitipkan keluarganya menjadi tenaga honorer, Sedangkan tinses yang lama masih tetap ada.
“Diberhentikan mereka marah, demo, yang tim sukses pejabat kepala daerah yang baru nambah lagi,” ujarnya.(Tim)

