”Tahun 2023 di penimbangan bulan Pebruari stunting kami 14, di penimbangan Agustus 2023 turun menjadi 13 kemudian di penimbangan Pebruari 2024 turun menjadi 11, di 2025 Pebruari menjadi 9 dan di bulan Agustus 2025 stunting menjadi 5”, jelasnya.
Ia juga memaparkan penyebab stunting menurut analisa di desa bukit damai, yaitu pola asuh orang tua, sanitasi yang kurang baik, gizi anak yang tidak terpenuhi dan kurangnya pengetahuan orang tua tentang gizi seimbang.Pola asuh yang diterapkan ibu ibu yang anaknya stunting yaitu pola asuh permisif dan pola asuh abai.
”Pola asuh yang permisif ini dimana orng tuanya bekerja dan anaknya di titipkan di neneknya atau orang lain, jadi pola asuhnya bisa jadi abai asal makan dan asal anaknya kenyang,” ujarnya.
Selanjutnya kegiatan dan tindakan untuk menurunkan angka Stunting di desa bukit damai melakukan edukasi, penyuluhan terhadap ibu hamil dan balita gunanya untuk meningkatkan pengetahuan orang tua ibu bayi maupun balita serta ibu hamil,seperti pemenuhan gizi ibu hamil, pola asuhnya juga disampaikan,ada program ayah patuh gizi, artinya melibatkan ayah dalam mengasuh anaknya dan pemberian pemberian makanan tambahan (PMT) pada Paud.
Siti Puspita menerangkan,inovasi yang dilakukan Desa bukit damai bersama masyarakat pada setiap minggunya juga dilaksanakan program gotong royong. Penyuluhan tentang pola asuh, pemberian bantuan tunai kepada ibu pasca salin, pemdes memberikan bantuan ini bertujuan ibu bersalin bisa memaksimalkan kebutuhan nutrisinya dan pemberian sembako kepada ibu hamil.
Strategi yang sudah dilakukan yaitu pelatihan kader posyandu untuk menambah dan meningkatkan pengetahuan kader seperti bisa memberikan penyuluhan kepada ibu hamil dan ibu balita bisa memberikan jalan keluar kepada yang mengalami masalah.Memperkuat jejak rujukan kasus gizi buruk integritas kesehatan.
Baca juga: Brigpol Kamaludin Raih Nominasi Hoegeng Corner 2025 dari SSDM Polri
“Kesimpulannya stunting bisa dicegah dengan kolaborasi dan kerjasama, stunting bukan takdir tetapi dapat dicegah dengan tindakan sejak dini, pencegahan mulai dari 1000 hari pertma kehidupan sejak mulainya kehamilan hingga NK berusia 2 tahun. Adapun gizi cukup, pola asuh yang baik, lingkungan yang sehat menjadi kunci utama penurunan stunting memerlukan sinergitas semua ,pemerintah,tenaga kesehatan, dunia usaha, pendidikan, tokoh masyarakat dan keluarga, kolaborasi leading lintas sektoral mempercepat pencapaian hasil yang berkelanjutan menjadi kunci besar keberhasilan program ini.
“Cegah stunting wujudkan generasi hebat dan sehat terbebas dari stunting,” pungkasnya.(Red)

