Saat ditanya soal sudah tidak lagi menggunakan fasilitas kendaraan dinas? Kedua kepala dinas itu enggan menjawab tapi hanya tersenyum
Malahan, untuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab Pangandaran yang pada tahun 2025 ini anggaran untuk pencarian, pertolongan, dan evakuasi korban bencana hanya Rp 74.855.000,.
Nominal itu disebut tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan pencarian pertolongan dan evakuasi korban dan pemeliharaan kendaraan operasional dinas
“Sangat kurang. Anggaran perjalanan dinas dalam kota tahun 2025 yaitu Rp 16.212.500 dan realisasi anggaran perjalanan dinas dalam kota sampai dengan Juni 2025 yaitu Rp 3.940.000 karena tahun ini anggaran kami dipotong besar,” ungkap Kepala bidang Darlog BPBD Kab Pangandaran Supriatno kepada Obormerah.com, Jumat (27/6/2025)
Supriatno mengaku kadang pihaknya terlambat disaat ada darurat, karena ada beberapa hal
Sementara itu, Kepala Bapenda Kab Pangandaran, Sarlan menilai wajar saja jika ada Kepala SKPD mengeluh, karena memang kondisi saat ini sedang tidak baik-baik saja semua anggaran di pangkas
Lebih lanjut, Sarlan menjelaskan bahwa anggaran yang dipangkas tersebut mulai belanja rutin, gaji honor pegawai semuanya tidak terbayarkan
“Saya tahu persis sebagai kepala Bapenda bagaimana pendapatan dan dinamika kondisi hari ini,” ucapnya
Di sisi lain, Sarlan mengatakan bahwa
Ibu Bupati ingin menutup defisit anggaran. Untuk sementara jalankan saja yang penting pelayanan bisa berjalan.
“Mun ngeluh oge moal beres-beres,kita harus menyadari nanti juga akan kembali (normal) lagi,” pungkasnya.(Riz)**

