“Iya dimintai uang Rp 300.000. Katanya untuk biaya transportasi petugas yang masang,” kata Dia
Masih dari keterangan warga Desa Najaten yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa oknum yang pungli itu mengiming-iming dengan salah satu partai bahkan setiap rumah diterapkan stiker salah satu calon dewan.
Sementara itu, Wasekjen LPM Provinsi Jawa Barat Dedi Supriadi mengaku geram dengan adanya aksi pungli yang diduga dilakukan oknum yang mengatasnamakan pengusung dari partai saat melakukan pemasangan instalasi listrik program BPBL di Kabupaten Garut
Dedi menyebut warga miskin mendapat program BPBL dari pemerintah seharusnya gratis tanpa pungutan biaya apapun.
Kata Dedi, APH harus menidaklanjuti laporan warga untuk memastikan informasi pungutan liar yang dilakukan oknum berinisial D saat memasang instalasi program BPBL tersebut.
Baca juga: Ribuan Warga Banjaranyar Tumpah Ruah Meriahkan Karnaval Budaya dan Pagelaran Kaulinan Buhun
Terpisah, salah seorang Oknum yang mengatasnamakan pengusung berinisil D saat dihubungi sms lewat aplikasi Whatsapp menjawab sangat irit bicara “duka teh abdi nuju balanja Hela,” ucapnya.(Iis)**
