Kuwu Enis mayakini permasalahan di desanya tidak semunya dilakukan Agus, pasti perangkat desa yang lainya juga ikut bermain.

Mun si Agus korupsi boga naon? motor oge nu bapak na, beda dengan Sekdes dan bendahara punya mobil dan heleran,” bebernya.

Dia pun membantah tuduhan kalau sang anak terlibat dalam monopoli dana desa. justru sambung Enis, Sekdes dan bendahara belum pernah melaporkan pengeluaran dana desa berikut kuitansinya.

Enis pun mengakui kalau dirinya sebagai Kades yang bertanggung jawab mencairkan uang dana desa, tapi yang menyangkut teknis sudah dipasrahkan ke perangkat desa.

“Rincian pengeluaran BLT DD dan proyek fisik TPT Rp51 juta saja belum ada laporan,” ungkapnya

Dia pun mengatakan bahwa kabar yang beredar mengenai pengembalian desa sebesar Rp600 juta itu sudah sebagian dikembalikan

“Ah bohong besar itu, enggak begitu, kalau mau buka-bukaan saya siap,” ucap Enis

Terpisah, Inspektur pembantu (Irban) 1 Inspektorat Kab Tasikmalaya, Omay Rusmana mengatakan bahwa desa linggaraja sudah di audit kepatuhan terutama anggaran 2023.

Untuk temuan, Omay mengaku sebagian sudah di tindak lanjuti, kami akan secepatnya memanggil kepala desa dan kasi kesra apakah sebagian lagi ada tindak anjutnya

Kata Omay, jabatan kepala desa sangat melekat sebagai pengguna anggaran, jadi jangan kalah sama perangkat desa.

Baca juga: Tasela akan Jadi Kabupaten Baru, Ada 10 Kecamatan yang Masuk dengan luas Wilayah 1.186,17 Km

Teu kenging kawon kusasaha kepala desa sebagai pengguna anggaran,” pungkasnya.(Tim)**

1 2
Share.
Leave A Reply

Exit mobile version