Ramdani, sahabatnya, menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam pelestarian lingkungan. “Kita sebagai kaum pemuda harus mau terus menjaga dan melestarikan. Dengan gerakan ini, saya harap semua orang mempunyai prinsip yang sama dalam menjaga lingkungan dan ekosistem, yaitu selalu mengedepankan keberlangsungan dan melihat kebermanfaatan jangka panjang, bukan hanya sesaat,” tegasnya.

Penanaman pohon Picung, yang dikenal mampu menyerap air dengan baik, dilakukan secara gotong royong dengan dukungan warga setempat. Kawasan hulu Sungai Lebak Tamiang dan Lebak Kopeng dipilih sebagai lokasi strategis untuk konservasi air, mengingat perannya yang vital sebagai sumber air bagi warga desa.

Aksi Ahyarul dan Ramdani tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk berperan aktif dalam pelestarian alam. Dengan langkah kecil namun berdampak besar ini, mereka menunjukkan bahwa solusi atas krisis lingkungan bisa dimulai dari kepedulian dan tindakan nyata.

Baca juga: Soal Jembatan Penghubung Dibiarkan Rusak 3 Tahun, Dudi: Jika Pemdes Karangkamiri Tak Sanggup Perbaiki, Saya dan Warga Akan Gotong Royong

Akankah gerakan ini mampu menciptakan perubahan berkelanjutan? Waktu yang akan menjawab, tetapi satu hal pasti: dedikasi mereka telah menyalakan harapan akan masa depan lingkungan yang lebih baik.(*)

1 2
Share.
Leave A Reply

Exit mobile version