Salah satu program andalan yang diungkapkan Fud adalah program yang secara khusus menyasar petani.
Desa Mataiyang, yang mayoritas penduduknya berprofesi sebagai petani, menjadi tempat yang tepat bagi pasangan Fud Aher untuk memperkenalkan program pro-petani yang diusung.
“Kami akan menghadirkan bibit dan bajak gratis yang akan diintervensi melalui APBD. Ini kami lakukan untuk membantu petani di musim tanam agar lebih mudah dalam memulai proses bercocok tanam,” ujar Fud.
Tak hanya itu, pasangan Fud Aher juga berkomitmen untuk melindungi harga gabah petani di musim panen.
Mereka merencanakan perusahaan daerah yang akan mengelola gabah agar petani tidak mengalami kerugian di tengah fluktuasi harga pasar.
Selain itu, untuk mendukung permodalan petani, Fud Aher juga akan menggratiskan bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) melalui subsidi yang ditanggung oleh pemerintah daerah.
“Kami juga akan menyediakan asuransi pertanian bagi para petani, sehingga ketika terjadi gagal panen, mereka tetap terlindungi dan tidak kehilangan seluruh modal yang telah mereka keluarkan,” tegas Fud.
Dengan paparan program-program tersebut, Fud Aher ingin menunjukkan komitmen mereka untuk menjadikan petani sebagai salah satu prioritas dalam pembangunan Sumbawa Barat.
Baca juga: Operasi Zebra Rinjani 2024, Sat Lantas Polres Sumbawa Barat Laksanakan Police Goes to School
Program-program ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan para petani, menjawab persoalan yang dihadapi mereka, serta memberikan perlindungan dan dukungan yang berkelanjutan dalam proses pertanian. (Red)

