Pada kesempatan ini Beliaupun menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh masyarakat kabupaten Pangandaran. Sekarang ini bulan juni tahun 2024, Saya dengan Pak Wakil tentu akan mengakhiri masa bhakti sampai dilatiknya bupati dan wakil bupati baru, ada waktu sekitar delapan bulan, maka dalam kesempatan yang berbahagia ini mohon maaf sebesar besarnya kalau ada janji, komitmen yang belum diwujudkan dengan baik,” tuturnya
“Adapun kalau ada kebaikan, ada prestasi, ada pembangunan , itu bukan prestasi seorang peminpin, itu kewajiban bagi seorang peminpin, amanah yang di berikan adalah bagaimana kita semua bisa membangun bersama sehingga apa yang kita cita citakan pangandaran yang juara yang hebat, bisa terlaksana dengan baik” ucapnya
Beliupun mengajak untuk mendoakan jemaah haji asal Kab Pangandaran untuk dapat pulang kembali ke tanah air dengan selamat dan menjadi haji yang mabru.
” Kita doakan jemaah haji pangandaran kurang lebih 429 ditambah petugas 8 orang, mudah mudahan mereka bisa melaksanakan ibadah haji dengan baik dan menjadi haji yang mabrur dan mabruroh dan kembali ke tanah air dengan selamat, tentu kita sedih dari jemah haji tersebut ada dua yang meninggal, mudah mudahan meninggalnya husnul khotimah,” tutupnya
Sementaritu khotib dalam khutbahnya menyampaikan tentang hakikat berkurban
” Id artinya kembali, adha artinya berkurban, Idul Adha artinya adalah kembali kepada semangat untuk berkorban , Ibadah kurban hakikatnya mengajarkan Kita untuk peduli pada sesama, menanamkan rasa dalam jiwa “ngaragap rasa” bagaiman susahnya orang serba kekurangan, memberikan pelajaran kepada kita agar mampu menerima dengan iklas ketentuan Allah SWT, berkurban memberikan pelajaran pada kita bahwa ternyata kasih sayang Allah itu diberikan kepada manusia tidak selamanya dalam bentuk kebaikan malah dalam bentuk ujian dan cobaan,” tuturnya
Baca juga: Sambut Hari Bhayangkara Ke 78, Polres Sumbawa Gelar Anjangsana Ke Purnawirawan dan Warakawuri
Pelaksanaan shalat berjalan hikmat di penuhi warga dari sekitar mesjid Al Hikmah, parigi, di akhiri dengan musyafahah.(*)

