“Semestinya penggunaan dana desa diaudit setiap tahun, sehingga benar apa tidak kan ketahuan. Saya yakin ini kejadian yang sudah lama ini seperti itu, sudah 3-4 tahun berjalan baru diaudit yang ke lima. Ya wajar kalau kesalahan menumpuk,” ungkap Alfie

Jika ada temuan dalam penggunaan dana desa, menurut Alfie sebaiknya tidak hanya menyalahkan kepala desa. Pemerintah kata dia juga punya kewajiban untuk memberikan pendampingan.

“Jangan kita menyalahkan kades juga dalam ini sebagai penanggungjawab penggunaan dana desa, tapi dari pemerintah daerah harus memberikan pendampingan, lakukan audit,” ujarnya.

Apabila tenaga auditor di inspektorat kurang, Alfie merasa tidak masalah apabila dibuka rekrutmen tenaga honor, supaya pengawasan dan pendampingan semakin maksimal.

“Saya pikir kalau tenaga inspektorat kurang kan bisa merekrut tenaga honor yang memang membidangi audit yang sekolahnya, silahkan. Sehingga keuangan negara bisa diselamatkan dan kesalahan bisa kita minimalisir,” saran Alfie

Sementara itu, Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata saat ditanya terkait dana desa diduga dipakai nyelot oleh oknum perangkat desa Sukaresik, apakah perlu senua desa harus di audit?

Bupati Jeje mengatakan bahwa setiap tahun pembinaan itu rutin dilakukan. Pembinaan kepada desa tentang pemanfaatan dana desa dan laporan keuangan itu sudah menjadi bagian yang penting.

Baca juga: KPU Pangandaran luncurkan Wa Lobster sebagai Maskot Pilkada 2024

“Tentu kalau ada hal-hal lain itu bukan urusan kita, kita hanya menjaga dan mencegah,” pungkasnya.(Riz)**

1 2
Share.
Leave A Reply

Exit mobile version