Citra menekankan bahwa dalam kondisi keuangan daerah yang tengah mengalami defisit, pemerintah harus bertindak rasional dengan tidak memprioritaskan kegiatan yang bersifat hura-hura.

“Penggunaan dana daerah lebih diprioritaskan untuk hal yang lebih mendesak, seperti menyelesaikan kewajiban pembayaran utang. Adapun anggaran Milangkala dikelola secara efisien melalui Dinas Pariwisata dengan besaran yang relatif kecil, yakni hanya berkisar beberapa ratus juta rupiah,” terang Citra.

Terkait rencana panggung hiburan rakyat yang akan menghadirkan grup musik Letto, Citra memastikan seluruh pembiayaannya didukung penuh oleh sponsor dari bank daerah. Meski digelar dengan anggaran terbatas, ia menjamin esensi perayaan tetap terjaga.

“Meskipun diselenggarakan secara sederhana dan hemat anggaran, perayaan Milangkala tetap akan dilaksanakan sebagai ungkapan rasa syukur sekaligus momentum mempromosikan potensi pariwisata dan kebudayaan lokal,” ucapnya.

Rangkaian acara Milangkala ke-14 ini akan diisi dengan berbagai atraksi seni dan budaya, mulai dari karnaval, pergelaran Ronggeng Amen, hingga kuda lumping. Selain itu, terdapat lomba memasak pindang gunung untuk mempromosikan kuliner khas daerah, serta berbagai perlombaan olahraga dan religi.

“Seluruh rangkaian Milangkala ini akan diakhiri dengan istighosah dan tablig akbar pada malam puncak sebagai sarana berdoa bersama masyarakat,” ucapnya.

Citra pun meluruskan isu anggaran, itu ada kesalahpahaman mengenai penggalangan dana infak dalam rangkaian acara ini. Ia menegaskan bahwa pengumpulan infak tersebut bersifat sukarela tanpa ada paksaan nominal.

Baca juga: Raih Akreditasi Tingkat Utama, RSUD Pandega Terus Tingkatkan Kualitas Pelayanan dan Keselamatan Pasien

“Seluruh dana infak yang terkumpul akan disalurkan secara langsung kepada fakir miskin dan anak yatim, serta dipastikan tidak ada kaitannya sama sekali dengan pembiayaan perayaan Milangkala,” pungkasnya.(*)

1 2
Share.
Leave A Reply

Exit mobile version