“Apakah cukup dengan anggaran Rp 200 juta untuk jalan desa untuk satu desa, sementara hasil musrenbang tahun kemarin belum terealisasi karena desa tidak kebagian anggaran,” keluhnya

Kondisi ini juga membuat para kepala dusun, RT, RW, dan BPD kesulitan menyalurkan aspirasi masyarakat karena anggaran lebih dulu habis untuk program pusat.

Baca juga: Polres Sumbawa Barat Gelar Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Teguhkan Semangat Persatuan dan Nasionalisme

“Musrenbangdes di tiap-tiap desa mamang ada tapi namun kenyataannya anggaran sudah dipatok pusat,” pungkasnya.(Baron)**

1 2
Share.
Leave A Reply

Exit mobile version