Sedangkan untuk revitalisasi tersebut tidak bisa dilakukan langsung karena anggaran yang dibutuhkan cukup besar. Anggaran yang dibutuhkan untuk revitalisasi tersebut sebesar Rp 64 milyar
“Kualitas air tidak semua keruh dan itu karena ada kendala jaringan distribusi karena kalau dilihat tempat produksi kita kan cuma satu. Misalnya di sana gagal produksi tentu semua distribusi di wilayah Banjar juga akan keruh,” terang Fitrah.
Lebih lanjut ia mengatakan, pihak perusahaan akan terus melakukan perbaikan kualitas layanan air bersih. Salah satunya dengan melakukan perbaikan pipa jaringan distribusi.
Kemudian, pada tahun ini Perumda Tirta Anom juga tengah mendorong terbentuknya peraturan daerah (Perda) tentang penyertaan modal untuk memperbaiki kualitas pelayanan.
Baca juga: Lomba layang-layang di Kecamatan Salopa Hadiah Domba, Sukses Digelar
“Dengan adanya aspirasi ini mudah-mudahan membawa BUMD ini menjadi lebih baik lagi. Bahkan tahun ini kami juga mendorong untuk terbentuknya Perda penyertaan modal untuk mengatasi kesulitan-kesulitan kita dalam pendistribusian air bersih,” katanya.(Jun)**

