Oeng juga mengemukakan, sebetulnya berdasarkan data di Badan Pusat Statistik (BPS), pendapatan ASN sudah berada di atas rata-rata pendapatan nasional per kapita. Namun ternyata sejumlah pejabat masih merasa pendapatannya kurang.
Oeng juga menyebut kalau tidak mampu melaksanakan tugas sebagai kepala dinas ya mundur saja bukan mengeluh
“Setahu saya itu kan hanya efisiensi anggaran yang memang di anggap kurang penting bukan memotong anggaran belanja wajib,” ujarnya
Oeng menambahkan tinggal bagaimana kepala dinas ini menyikapi terkait kebijakan di internal masing-masing dinasnya. Persoalan anggaran tentunya ada urusan non teknis yang memang harusnya juga di atur oleh seorang kepala dinas terkait anggaran belanja di luar anggaran belanja wajib,” bebernya
Sementara itu, menurut sumber dari Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kab Pangandaran mengakui adanya efisiensi anggaran tapi bukan memotong anggaran.
Baca juga: Dinas-Dinas di Kab Pangandaran Ngeluh Kurang Anggaran, Ada Kepala Dinas Pilih Pakai Motor ke Kantor
“Kalau belanja wajib tentu di bayarkan oleh keuangan hanya saja kami mengelola keuangan untuk anggaran belanja dinas supaya lebih efisien, seperti contoh dari perjalanan kegiatan dinas dan peruntukan untuk perawatan kendaraan oprasional dinas kalau memang itu urgent tentu kami bayarkan,” jelasnya.(Riz)**

