Sumbawa Barat Obormerahnews.com-Pemerintah Desa Mantun bersinergi dengan Tim Tenaga Kesehatan Puskesmas Maluk dan Public Health And Malaria Control (PT Siloam International) atau PHMC AMNT Dalam rangka mengurangi perkembangan nyamuk dan mencegah kejadian Demam Berdarah di sekitar lingkungan masyarakat Desa Mantun.kegiatan ini di laksanakan pada Jum’at (19/6/2026),bertempat di halaman Kantor Desa Mantun Kecamatan Maluk Kabupaten Sumbawa Barat.
Baca juga: Pemdes Bukit Damai Bersama PHMC AMNT dan Puskesmas Maluk Perkuat Upaya Pencegahan DBD
Kades mantun Heri Wibowo SST menyampaikan,Pemerintah Desa Mantun sangat mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan ini yang di inisiasi oleh PT.Siloam dan Tim Tenaga Kesahatan Puskesmas Maluk serta Pemerintah Desa Mantun.
” Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) ini sangat membantu dan menjadi edukasi dalam hal menjaga kesehatan di rumah dan lingkungan untuk masyarakat Desa Mantun,” ujar Kades Heri.
Lanjut Kades Heri, pada kesempatan ini Tim dari PHMC AMNT dan Tim Puskesmas Desa Maluk, di dampingi Bidan Desa Mantun, AGR, Bumdes,Tokoh masyarakat, Tokoh pemuda, Kepala Dusun, para Ketua RT, Linmas, Babinsa dan Bhabinkamtibmas melaksanakan gotong royong dalam hal pemberantasan sarang nyamuk.
” Dari Pemerintah Desa Mantun, PHMC AMNT, Tim Kesehatan Puskesmas Maluk di dampingi Bidan Desa Mantun, AGR, Kepala dusun, ketua RT ,Bumdes, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda, Babinsa dan Bhabinkamtibmas di bagi menjadi 10 tim bergerak mengunjungi rumah rumah warga yang ada di 3 Dusun dan 10 ke RT an di Desa Mantun, untuk bisa mengidentifikasi jentik jentik nyamuk,”ungkap Kades Heri.
Di tempat yang sama Bidan Desa Mantun Teka Murdila,A Md.Keb kepada media menyampaikan tujuan utamanya untuk Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).
“Kami kunjungi rumah rumah warga, kos kosan,lalu kita periksa di bagian yang biasa jentik jentik nyamuk itu betah untuk bersarang,seperti bak kamar mandi, tempat penampungan air minum untuk ternak, drainase, dan gudang tempat penyimpanan barang barang bekas yang sudah tidak terpakai lagi,” tutur Bidan Teka.
