Sumbawa Barat Obormerahnews.com-Polres Sumbawa Barat melalui Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim bersama Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Sumbawa Barat menggelar kegiatan Case Conference/Gelar Kasus Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, sebagai langkah strategis dalam upaya pencegahan dan penanganan kasus kekerasan di wilayah hukum Polres Sumbawa Barat.

Baca juga: Kades Pasirbatang Kab Tasik Diduga Kuasai Dana BUMDes, Ketua BPD Surati Camat Manonjaya Minta Audit Khusus

Kegiatan dilaksanakan pada hari Rabu, 16 Juli 2025, pukul 08.30 Wita bertempat di Aula Kantor Desa Batu Putih, Kecamatan Taliwang. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala UPTD PPA KSB Erni Patriani, SE.,M.M.Inov, Kanit PPA Polres Sumbawa Barat Aiptu Susilo, S.H., Psikolog Klinis UPTD PPA Irwan Rosadi, S.Psi.,M.Psi.,Psikolog, Kepala Desa Batu Putih, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Kepala Dusun, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta Agen Gotong Royong (AGR).

Dalam pemaparannya, Kanit PPA Polres Sumbawa Barat Aiptu Susilo, S.H. menjelaskan berbagai kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang terjadi di wilayah hukum Polres Sumbawa Barat, termasuk modus operandi, motif pelaku, serta faktor-faktor yang menyebabkan tingginya angka kekerasan. Ia juga memberikan edukasi pencegahan kepada masyarakat agar lebih waspada dan proaktif dalam melindungi anak-anak dan perempuan dari tindakan kekerasan.

Sementara itu, Psikolog Klinis dari UPTD PPA KSB menyampaikan pentingnya peran layanan asesmen psikologis terhadap perempuan dan anak yang menjadi korban maupun pelaku dalam kasus kekerasan. Penjelasan ini memberikan gambaran yang menyeluruh tentang dampak psikologis serta pentingnya pemulihan bagi korban, khususnya anak-anak.

Kepala UPTD PPA menjelaskan kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat serta meningkatkan kapasitas aparat desa dan pemangku kepentingan lainnya dalam mendeteksi dini dan mencegah tindak kekerasan. Melalui kolaborasi lintas sektor, para peserta bersama-sama merumuskan solusi perlindungan yang berfokus pada pemenuhan hak-hak anak, pendidikan, dan kesejahteraan korban.

1 2
Share.
Leave A Reply

Exit mobile version