Dalam sesi sosialisasi tersebut, Bripka Fikri tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga membuka ruang diskusi dengan pendekatan komunikasi anak agar siswa-siswi bisa berbagi pengalaman dan pendapat mengenai isu bullying. Dengan pendekatan ini, diharapkan para siswa lebih terbuka dalam mengungkapkan permasalahan yang mungkin mereka alami di lingkungan sekolah.
Lebih lanjut, Kasi humas menekankan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk memberikan edukasi, tetapi juga mempererat hubungan antara pihak kepolisian dan lingkungan sekolah . “Selain memberikan pemahaman tentang bahaya bullying, sosialisasi dan kunjungan ini juga bertujuan untuk menjalin komunikasi yang baik antara Polri dengan pihak sekolah dalam hal ini guru dan para siswa. Kami ingin menunjukkan bahwa polisi adalah sahabat mereka, yang siap membantu dan melindungi serta memberikan pelayanan kapan saja,” tambahnya.
Para guru dan staf sekolah menyambut baik tentang kegiatan ini. Mereka berharap, sosialisasi hendaknya bisa dilaksanakan secara rutin dengan materi – materi yang lain dari pihak kepolisian sehingga siswa-siswi lebih sadar akan pentingnya menghargai satu sama lain dan menghindari perilaku negatif seperti bullying dan tindakan tidak terpuji lainnya.
Dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat mencegah kekerasan di kalangan pelajar dan menciptakan generasi muda yang lebih sadar akan pentingnya toleransi dan rasa hormat terhadap sesama. Upaya preventif ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi wilayah lain untuk lebih aktif dalam mencegah tindak kekerasan di lingkungan pendidikan.
Baca juga: Polsek KP3 Tano Laksanakan KRYD di Pelabuhan Poto Tano, Perketat Pengawasan Cegah Gangguan Kamtibmas
AKP Zainal menegaskan komitmennya Polres Sumbawa Barat untuk terus melakukan pendekatan serupa di berbagai sekolah lain di wilayah Kabupaten Sumbawa Barat guna memastikan setiap anak mendapatkan hak untuk belajar dalam lingkungan yang aman, nyaman, dan bebas dari intimidasi.(Red)**

