Dedi sudah mengetahui dengan melihat kasat mata saja bangunan ini tidak sesuai petunjuk teknis, seharusnya pengawas dinas pendidikan turun cek pembangunan ini. Jika diawasi dengan benar tak mungkin seperti ini, atau jangan-jangan Disdik sedang sakit mata,” lanjutnya
“Saya mohon pihak terkait untuk dapat memanggil rekanan, pengawas dan konsultan terkait indikasi ketidak sesuaian dalam pekerjaan ini,” pintanya.
Sementara itu, kabid SMP Dinas Pendidikan Kab Tasikmalaya Jani mengatakan bahwa proyek revitalisasi SMPN 3 Ciawi sudah sesuai dengan RAB
“Ya sudah bagus pekerjaanya, saya sudah dua kali monitoring ke sana,” kata Kabid SMP Disdik Kab Tasikmalsya, Jani saat dihubungi melalui pesan Whatsapp, Minggu (1/9/2024)
Namun, Jani pun membenarkan bahwa awalnya dalam RAB proyek SMPN 3 Ciawi tersebut harus di pasang baja ringan. Namun, sambung Jani, ada beberapa perubahan dalam dokumen Cco dan sudah di sepakati oleh semuanya
“Kalau ruang kelas baja ringannya masih bagus kan tidak semua harus diganti, ini kan namanya rehab bukan RKB,” Jani menambahkan.
Jadi, kata Jani, peruntukan yang seharusnya di dipasang untuk baja ringan jadi dialihkan untuk keperluan lain yaitu pemasangan keramik yang tidak terkaper di RAB,” pungkasnya.(Tim)**
