Pangandaran Obormerahnews.com-RSUD Pandega Kabupaten Pangandaran menggelar program NGOBATAN (Ngobrol Bareng Seputar Kesehatan).

Baca juga: Kades Toblongan Dampingi Bupati Tasikmalaya Pimpin Penanaman Pohon Aren di Kawasan Cirukem

Kali ini, tema yang diangkat adalah “Kenali dan Cegah Leptospirosis” dengan narasumber dr. Dede Nova Sholihah, dokter umum RSUD Pandega Pangandaran.

dr. Dede Nova Sholihah menjelaskan bahwa leptospirosis merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Leptospira. Penyakit ini dapat menular melalui air atau tanah yang terkontaminasi urine hewan, terutama tikus.

“Leptospirosis perlu diwaspadai karena gejala awalnya sering menyerupai penyakit lain, seperti demam, sakit kepala, nyeri otot, hingga mata merah. Karena itu masyarakat harus mengenali gejalanya sejak dini,” ujarnya, Jumat (10/7/2026).

Dia menjelaskan, apabila tidak segera ditangani, leptospirosis dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih serius. Penderita berisiko mengalami gangguan fungsi hati, ginjal, bahkan komplikasi yang mengancam jiwa.

Menurutnya, masyarakat yang memiliki aktivitas di area persawahan, perkebunan, saluran air, maupun wilayah yang terdampak banjir memiliki risiko lebih tinggi terpapar bakteri penyebab leptospirosis.

Untuk mencegah penularan, dr. Dede mengimbau masyarakat agar selalu menjaga kebersihan lingkungan, mengendalikan populasi tikus, menggunakan alas kaki maupun alat pelindung saat bekerja di lingkungan yang berisiko, serta menghindari kontak langsung dengan genangan air yang diduga telah terkontaminasi.

Jika mengalami demam tinggi setelah beraktivitas di lingkungan yang berisiko, jangan menunda untuk memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. Deteksi dan pengobatan sejak dini sangat penting agar komplikasi dapat dicegah,” katanya.

1 2
Share.
Leave A Reply

Exit mobile version