Pangandaran Obormerahnews.com-Bagi banyak orang, membersihkan telinga memakai cotton bud atau korek kuping memang memberikan sensasi kepuasan tersendiri yang sulit digambarkan.
Baca juga: Strategi Penyehatan Fiskal Pangandaran Dimulai, Restrukturisasi Pinjaman Disepakati
Namun, di balik rasa nyaman yang bersifat sementara tersebut, tersimpan ancaman serius. Menanggapi fenomena ini, RSUD Pandega Pangandaran merilis panduan edukatif bagi masyarakat, untuk segera meninggalkan kebiasaan berbahaya tersebut dan beralih ke metode pembersihan yang lebih aman.
Tidak dapat dipungkiri, aktivitas mengorek kuping sering kali terasa sangat memuaskan atau satisfying bagi sebagian besar individu. Namun, RSUD Pandega Pangandaran lewat akun Instagram resminya, memperingatkan bahwa sensasi ini semu semata.
Penggunaan cotton bud justru berisiko tinggi membuat kotoran telinga terdorong semakin jauh ke dalam liang telinga, alih-alih keluar terangkat kapas
Dampak dari dorongan mekanis membersihkan telinga pakai korek kuping ini tidak bisa disepelekan. Beberapa risiko medis yang mengintai para pengguna korek kuping. Antara lain pendarahan karena gesekan atau tusukan yang terlalu dalam dapat melukai jaringan lunak di dalam telinga.
Kemudian infeksi akibat luka mikro karena penggunaan alat yang tidak tepat menjadi pintu masuk kuman dan bakteri. Selanjutnya, penurunan kualitas pendengaran, karena sumbatan kotoran yang mengeras di dekat gendang telinga. Atau bisa juga kerusakan pada membran timpani dapat mengakibatkan gangguan pendengaran serius.

