Setelah dana KUR cair, uang yang seharusnya diberikan kepada nasabah tidak pernah diserahkan. Sebaliknya, oknum pegawai BRI tersebut mengambil alih dana tersebut dengan alasan akan diinvestasikan.

Kata Ramdan, Oknum tersebut menjanjikan bahwa setoran pinjaman akan dibayarkan dari hasil investasi, dan nasabah juga dijanjikan akan menerima penghasilan bulanan dari investasi tersebut. Namun, kenyataannya uang itu diduga kuat digunakan untuk kepentingan pribadi sang oknum.

Sementara itu, Ketua LPM Kabupaten Dedin Dedi Supriadi mengungkapkan kekecewaannya terhadap lemahnya pengawasan bank pemerintah BRI unit Ciawi dalam mengelola dana KUR yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat.

Kata Dedi, puluhan warga menjadi korban penipuan ini, dan ada kemungkinan warga di kecamatan lain juga menjadi korban.

Baca juga: Tiga Pemuda Diduga Menggasak Uang Kotak Amal Diamankan Tim Puma Satreskrim Polres Sumbawa Barat

“Ini ada kedzoliman dan ada rekayasa administrasi sehingga warga menjadi korban akibat program KUR giktif,” ujarnya.(*)

1 2
Share.
Leave A Reply

Exit mobile version