” Di kami ada istilah Dislokasi yang artinya ketika terjadi accident pemain di lapangan, dan selama masih bisa di tangani disini tidak perlu di bawa ke Puskesmas,” terang Bidan Risa yang sudah Dinas di Pustu desa Seran sejak Tahun 2014 ini.

Bidan asli Kabupaten Jember Provinsi Jawa Timur yang di kenal ramah ini, menjelaskan seputar alat – alat medis yang disiapkan timnya.

” Kami dari tim medis menyiapkan alat – alat berupa kompres air dingin, kompres es, kain kassa, Betadine, persediaan oksigen guna antisipasi bila ada pemain yang cidera sampai mengakibatkan sesak napas akibat benturan sesama pemain atau pemain yang bagian dadanya kena bola, kami juga siapkan cairan Nacl untuk membersihkan luka,” papar Bidan Risa Alumni STIKES Dian Husada Mojokerto Tahun 2009.

abaca juga: Bhabinkamtibmas Desa Ai Kangkung Polsek Sekongkang Kawal Gerakan Pangan Murah

Ia juga menerangkan, dulu hanya ada beberapa Pustu saja di desa, akan tetapi setelah diterapkan Integrasi Layanan Primer (ILP), jadi setiap desa di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dari Polindes sudah berubah menjadi Pustu dengan aturannya 1 orang Bidan Desa, 1 orang Perawat plus 2 kader Pustu,”tutup Bidan yang sudah sejak Tahun 2011 Dinas di Puskesmas Seteluk. (DND)**

1 2
Share.
Leave A Reply

Exit mobile version