Dalam kondisi defisit anggaran, kata Supratman, mana yang harus di prioritaskan mana yang tidak, artinya harus didahulukan dulu kepentingan masyarakat umum, sementara untuk sektor-sektor pembangunan di tiadakan dulu.

Untuk kondisi ini, Supratman mengaku tidak setuju pemerintah melakukan pinjaman jangka panjang, apalagi nantinya dibebankan kepada bupati baru, bahkan cenderung intervensi pada kebijakan pemerintah yang tidak semuanya menguntungkan masyarakat Pangandaran,” ucap Supratman

Baca juga: Jika Pinjaman Daerah 350 M Ditolak, Kepala BKAD Sebut Cuma Bayar Gaji PNS, TPAPD dan Insentif RTRW Terancam Tidak Dibayar

Pokonya gak usah pinjem, beresin dulu secara bertahap dari PAD tahun ini untuk apa, terus tahun besok untuk apa, defisit bisa tertutup jangan pinjam lagi,” pungkasnya.(RD)**

1 2
Share.
Leave A Reply

Exit mobile version