Sementara itu, pengamat kebijakan publik Dedi Supriadi meminta panitia untuk bekerja secara profesional mengingat hasil seleksi ini menentukan siapa sosok panglima aparatur sipil negara di Kabupaten Pangandaran

Dirinya mengaku seleksi terbuka sekretaris daerah ini belum mencerminkan prinsip kompetisi secara sehat serta bebas dari konflik kepentingan guna menghasilkan pemimpin berintegritas.

Baca juga: Kadis DKPKP Pangandaran Pakai Kostum Terunik di Acara Hajat Laut, Pakai Sabuk Kulit Harimau dan Bawa Pipa Rokok Bentuk Ular

“Ada poin syarat yang menyebut calon harus sudah menjabat kepala di dua dinas berbeda padahal di rujukan aturan yakni PP 11/2017 maupun edaran Menpan-RB 10/2023 tidak bunyi persyaratan itu. Kemudian salah satu calon masih berkaitan dengan keluarga besar kepala daerah, ini diduga berbau nepotisme,” ucapnya.(*)

1 2
Share.
Leave A Reply

Exit mobile version