*Adi Yogantara*, Aktivis Pemerhati Korupsi Wilayah Pancatengah, meminta Dinas PUPRPKP Kabupaten Tasikmalaya segera turun ke lapangan.
“Kami minta pekerjaan dihentikan sementara untuk dievaluasi. Lakukan uji laboratorium terhadap beton dan besi. Inspektorat juga harus audit kesesuaian RAB dengan realisasi di lapangan,” kata Adi, Minggu malam.
Ia menegaskan, DI Cikiray adalah nadi pengairan sawah warga Cikawung. Jika mutu pekerjaan diabaikan, anggaran rakyat akan sia-sia dan petani yang dirugikan.
“Ini 229 juta uang rakyat. Jangan sampai jadi bangunan 1 musim tanam. Kami minta DPRD Dapil V dan aparat penegak hukum ikut mengawasi agar tidak ada pemborosan apalagi unsur korupsi,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak CV. Harapan Maju Bersama dan Dinas PUPRPKP Kabupaten Tasikmalaya belum memberikan keterangan resmi.
Jurnalis.(*)
