Ia mengaku memahami apabila dalam pelaksanaan proyek terdapat hambatan teknis maupun faktor alam yang memengaruhi progres pekerjaan.
Namun menurutnya, kondisi tersebut tidak boleh dijadikan alasan yang terus-menerus digunakan tanpa disertai informasi yang jelas mengenai perkembangan dan target penyelesaiannya.
“Jalan ini sangat dibutuhkan warga. Karena itu kami akan terus mengawal persoalan ini sampai ada kepastian penyelesaian dan masyarakat memperoleh haknya,” katanya.
Sebelumnya, Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, saat melakukan peninjauan lapangan menargetkan pengerjaan Jalan Lenangguar-Lunyuk dapat dituntaskan pada akhir Mei 2026.
Dalam kunjungan tersebut, gubernur juga menyoroti sejumlah titik rawan longsor yang memerlukan penanganan khusus, termasuk penguatan lereng dan perbaikan sistem drainase.
Diketahui, ruas Lenangguar-Lunyuk merupakan bagian dari proyek long segment jalan provinsi di Kabupaten Sumbawa dengan panjang penanganan sekitar 61 kilometer.
Baca juga; Delapan Kandidat Bersaing Jadi Sekda Pangandaran, Seleksi Pertama Soal Rekam Jejak
Proyek tersebut menelan anggaran sekitar Rp19 miliar dari APBD Provinsi NTB dan menjadi salah satu jalur strategis yang menopang mobilitas masyarakat serta distribusi hasil pertanian di wilayah selatan Kabupaten Sumbawa.(Red)
