Untuk mengikuti BK Porprov 2025 dengan melibatkan sekitar 30 cabang olahraga, KONI mengajukan kebutuhan anggaran lebih dari Rp5 miliar kepada Disdikpora. Dalam audensi ini, Agus Mulyana berharap DPRD dapat mempertimbangkan dan membantu solusi pembiayaan.
Fokus pada Atlet Asal Pangandaran
Salah satu kekhawatiran utama yang diutarakan adalah potensi perpindahan atlet asal Pangandaran ke daerah lain akibat kurangnya dukungan finansial.
“Kami berharap ada solusi agar para atlet tetap berjuang untuk Pangandaran dan tidak pindah ke daerah lain,” ujar Agus Mulyana.
Hasil Audensi
Dalam tanggapannya, DPRD Pangandaran menyatakan bahwa solusi anggaran tetap harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. Namun, mereka berjanji akan mengupayakan pembahasan lebih lanjut dengan pemerintah daerah untuk memastikan program-program KONI tetap berjalan.
Harapan KONI Pangandaran
Melalui audensi ini, KONI Pangandaran berharap:
1. DPRD dapat memberikan dukungan penuh terkait kebutuhan anggaran BK Porprov 2025 dan Porprov 2026.
2. Pemerintah daerah dan pihak terkait bersama-sama mencari cara agar KONI tetap berjalan optimal meski dengan keterbatasan anggaran.
3. Prestasi olahraga Pangandaran tetap terjaga, dan atlet-atlet terbaik tidak meninggalkan daerah.
Baca juga: BKPSDM Kab Tasik Jadi Sorotan usai Kepsek SDN Pangliaran Ditetapkan sebagai Kabid SMP
Dengan tantangan yang ada, KONI Pangandaran tetap berkomitmen untuk mengembangkan olahraga di daerah dan meraih prestasi maksimal dalam ajang Porprov mendatang.**)

