“Karena Kepala Daerah sendiri yang mengapresiasi kan kinerja kami. Ini menjadi energi dan menambah semangat buat Kami di RSUD Asy Syifa’, minimal mempertahankan pencapaian ini jangan sampai ada kasus Malaria asli muncul di KSB, kalau dibawa dari daerah lain kan bisa saja tetapi kalau penanganan baik di Puskesmas dan RSUD setempat sudah sangat siap,” tukas dr.Carlof.

Bahkan Ia berharap, kedepan tidak ada lagi cerita Malaria. “Apresiasi dari Pak Bupati menambah energi Kami untuk menuntaskan penyakit penyakit menular lainnya maupun penyakit yang tidak menular,” lugas dr.Carlof.

Pencapaian tersebut, kata dr.Carlof menuturkan, tak lepas dari peran sinergi/kolaborasi antara RSUD Asy Syifa’ dan Dinas Kesehatan setempat dalam penanganan penyakit baik promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif.

Semua Puskesmas punya porsi dalam penanganan penyakit, misalnya peran puskesmas porsinya promotif, preventif lebih besar, sedangkan RSUD setempat lebih besar di porsi kuratif dan rehabilitatif, tapi juga tidak melupakan promotif dan preventif.

“Dengan demikian, ada kolaborasi yang sehati antara Dikes melalui Puskesmas nya dan RSUD Asy Syifa’ Kabupaten Sumbawa Barat,” tegas dr Carlof.

Sebagaimana diketahui, sebelumnya Bupati Sumbawa Barat, H.Amar Nurmansyah ST, M.Si menyampaikan, terimakasih dan apresiasi yang setingginya kepada tim kesehatan yang ada di Puskesmas, Dinas Kesehatan dan RSUD Asy Syifa’ yang telah bekerja keras dalam menurunkan angka malaria di Kabupaten Sumbawa Barat.

Baca juga: Jelang Hari Bhayangkara ke 79 Kapolres Sumbawa Barat Serahkan Hasil Bedah Rumah Kepada Penerima Manfaat

“Terimakasih Saya ucapkan kepada Stakeholder terkait, para tenaga kesehatan yang ada di Puskesmas, RSUD Asy Syifa’ dan Dikes KSB yang telah bekerja keras mengeliminasi Malaria di Kabupaten Sumbawa Barat. Semoga ini bisa terus kita pertahankan di masa-masa yang akan datang,” imbuh Bupati.(DND)**

1 2
Share.
Leave A Reply

Exit mobile version