Pangandaran Obormerahnews.com-Dokter Umum Rumah Sakit Umum Daerah atau RSUD Pandega Pangandaran, dr. Fikri Dian Dinu Azizah, mengatakan, penyebab tekanan darah tinggi (hipertensi) yang umum terjadi ada dua, yaitu hipertensi primer dan hipertensi sekunder.
Baca juga: Sempat Tertunda Karena PSU, Bupati dan Wabup Tasikmalaya Ikut Retreat Gelombang II di IPDN
“Hipertensi primer adalah jenis hipertensi yang berkembang dari waktu ke waktu tanpa penyebab yang dapat diidentifikasi.
Sedangkan, hipertensi sekunder adalah jenis hipertensi yang terjadi dengan cepat dan bisa menjadi lebih parah daripada hipertensi primer,” jelasnya
dr. Dian mengatakan, ada beberapa hal yang menjadi penyebab hipertensi, salah satunya adalah karena faktor genetik dan hal tersebut merupakan resiko yang tidak bisa diubah.
Selain faktor resiko yang tidak bisa diubah, ada juga penyebab hipertensi yang memiliki resiko diubah, salah satunya adalah terkena hipertensi karena pola hidup yang tidak sehat.
Menurutnya, penyakit hipertensi itu memiliki dua risiko, yaitu risiko yang bisa diubah dan tidak bisa diubah.
“Risiko yang tidak bisa diubah di antaranya adalah terkena hipertensi karena genetik atau terkena hipertensi saat usia 60 tahun. Sementara risiko yang bisa diubah adalah hipertensi yang diakibatkan oleh pola hidup tidak sehat,” katanya.
Penyebab Hipertensi
1. Faktor genetik atau keturunan
Artinya, ada mutasi gen atau kelainan genetik yang diwarisi orang tua sehingga membuat Anda, secara genetik, mengalami hipertensi.
