Dikatakannya, DASHAT di Desa Maluk, ada Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang terdiri dari enam kader perempuan yang diberikan berbagai pelatihan, seperti pelatihan kesetaraan gender, Pelatihan kesehatan dan nutrisi, pelatihan pengasuhan anak (parenting class), serta sesi berbagi antar kader dan orang tua.
“Ada 30 menu yang di siapkan kader DASHAT dan setiap hari harus berganti menu tersebut serta setiap menu makanan itu harus di cek apakah di makan atau tidak oleh anak tersebut, semua menu untuk pemberian makanan tambahan (PMT) kemudian pengantaran menu makan, mendampingi saat proses pemberian makan dan memastikan makanan di konsumsi serta memantau tumbuh kembang penerima PMT kepada keluarga yang memiliki anak dengan kondisi stunting, wasting dan underweight serta ibu hamil dengan kondisi Kekurangan Energi Kronis (KEK), anemia dan ibu menyusui dengan anak usia 0-12 bulan, semuanya sudah disiapkan oleh Kader DASHAT Desa Maluk” ungkap Istiqomah.
Muhammad Ikraman, Manager Project YCP kepada rekan media menyampaikan DASHAT ini bukan programnya AMMAN kami AMMAN dan YCP hanya membantu merealisasikan program pemerintah pusat dalam hal ini BKKBN, terutama untuk memberdayakan Tim Pendamping Keluarga.
“Kami membantu menjalankan program BKKBN bagaimana menurunkan angka stunting,” ujar Ikraman
Dari Pemerintah Desa Maluk, Kepala Desa Maluk Baharuddin SE berikan apresiasinya dan mengucapkan terimakasih kepada Manajemen AMMAN dan semua pihak yang sudah berperan aktif dalam membantu menurunkan angka stunting di wilayah Desa Maluk.
“Dengan keberadaan DASHAT persentase stunting di Desa maluk bisa turun 50 persen sejak 2023-2024 ,” tegasnya.
Kades menjelaskan pihaknya melakukan berbagai cara untuk menurunkan angka stunting di Desa Maluk. Kita gali apa stunting itu, dan apa penyebabnya.
“Mulai dari tingkat ke -RT an, Dusun dan warga yang memiliki anak balita agar terus berkoordinasi dengan Bidan Desa dan Kader DASHAT agar tahu apa penyebab dari stunting tersebut,” ucap Kades Baharuddin,SE.
saya kira terkena stunting itu bagi keluarga yang tidak mampu,namun ternyata keluarga mampu pun ada yang terkena stunting.” tegasnya
Kades Baharuddin menegaskan, dalam kasus stunting ini lebih di dominasi bagaimana pola asuh anak jangan sampai ada kekeliruan.
“Akhirnya setelah pihak kami berkolaborasi dengan AMMAN, YCP, Bidan Desa dan DASHAT baru kami pahami stunting itu bisa dialami oleh anak dari berbagai kalangan atau status sosial, bila salah pola asuh dan pemberian menu makannya,” terang Kades.
Kades menambahkan selanjutnya pihaknya membuat regulasi dalam mengikat warga kita untuk mengatasi penurunan stunting di wilayah Desa Maluk.
Baca juga: Jadi irup Upacara Bendera, Dandim 1628/Sumbawa Barat Bacakan Amanat Danrem 162/WB
Tampak hadir dalam kegiatan tersebut Narasumber, dari AMMAN, Sr. Manager Social Impact Aji Suryanto, Manager Project Yayasan CARE Peduli (YCP) Muhammad Ikraman, Bidan Desa Maluk Septia Nurmayani,A.Md.Keb, Ketua Tim DASHAT Desa Maluk, Istiqomah, Kepala Desa Maluk Baharuddin, SE, Ketua BPD Maluk, Babinsa, Bhabinkamtibmas Briptu Akbar, dan sejumlah awak media. (DND)
