Menurutnya, kerusakan jalan di Poto Tano tidak bisa lagi ditolerir. Hampir seluruh badan jalan dalam kondisi rusak parah, rawan kecelakaan, dan tidak memiliki saluran drainase yang memadai. Ketika hujan, kawasan tersebut rutin terendam banjir karena tidak ada pembuangan air.
Warga pun menyambut kabar ini dengan penuh harapan. Ramli (35), warga Kecamatan Taliwang, mengaku lega jika akhirnya jalan utama tersebut diperbaiki. Ia menyebut kondisi jalan seperti kubangan lumpur saat hujan, dan membuat pengendara sering tergelincir.
“Kalau sudah hujan, jalan kayak kubangan. Motor sering selip. Dengar katanya mau diperbaiki tahun ini, kami sangat bersyukur,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Aydir (28), warga Poto Tano, yang menganggap proyek ini sangat krusial bagi konektivitas masyarakat. Ia berharap proyek tersebut tidak sekadar janji.
“Kalau benar direalisasikan tahun ini, tentu kami sangat apresiasi. Ini jalan utama keluar-masuk Sumbawa Barat. Rusaknya bukan baru sehari dua hari,” ujarnya.
Sebagai informasi, Pemerintah Provinsi NTB telah mengalokasikan Rp 39 miliar untuk proyek perbaikan jalan Simpang Tano–Seteluk yang ditargetkan rampung pada akhir 2025. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Gubernur Lalu Muhammad Iqbal dalam mempercepat pembangunan infrastruktur jalan provinsi di daerah.(Red)**
