” Oleh sebab itu,guna mengamankan pemilu 2024 maka Polri didukung TNI, Instansi dan Mitra Kamtibmas lainnya menggelar Operasi Mantap Brata tahun 2023-2024.Operasi ini dilaksanakan selama 222 hari sejak 19 Oktober 2023- 20 Oktober 2024 yang di ikuti oleh 261.695 personil di seluruh Indonesia guna mengamankan seluruh tahapan pemilu,” jelasnya
Lanjutnya,terus lakukan mapping potensi konflik sosial secara detail di wilayahnya masing-masing dan selesaikan potensi konflik tersebut hingga ke akar masalah. Apabila terdapat konflik yang sudah mengganggu stabilitas kamtibmas,maka pastikan penggunaan kekuatan dilakukan secara tepat sesuai SOP dengan memegang teguh asas proporsionalitas,legalitas akuntabelitas serta nesesitas.
“Khusus terkait bencana alam, koordinasikan dengan TNI,BNPB,BMKG Basarnas dan Stakeholder lainya guna memetakan daerah rawan ,sehingga bencana dapat dimitigasi. Siapkan pula rencana antisipasi bekerjasama dengan penyelenggara pemilu,apabila nantinya terdapat situasi bencana alam di suatu daerah seperti contohnya mempersiapkan fasilitas pencoblosan di lokasi pengungsian,” ungkapnya.
Baca juga: DLHK Puji Sistem Pengolahan Limbah dan Kebersihan di RSUD Pandega Pangandaran
Ia menambahkan, terorisme juga harus menjadi perhatian serius, pada penyelenggara pemilu 2019 terdapat 6 aksi serangan teror dan ini tidak boleh terjadi di pemilu 2024.Terlebih saat ini perang antara Hamas dengan militer Israel sedang bereskalasi,dimana hal ini dapat berdampak terhadap situasi di Indonesia. Optimalkan preventiv strike agar pelaku teror berhasil di tangkap sebelum memancarkan aksinya, sehingga kita bisa memastikan tidak ada letupan sekecil apapun pada pemilu 2024.(Red).
