Selain pembangunan kandang, kesiapan penyediaan pakan ternak juga menjadi perhatian. Saat ini pembangunan sumur bor sebagai sumber air untuk mendukung lahan hijauan pakan ternak telah berjalan dengan capaian rata-rata sekitar 30 persen.
Meski demikian, Jamilatun mengakui pelaksanaan program masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama dalam menyamakan persepsi di antara sebagian anggota kelompok terkait mekanisme dan pelaksanaan program.
Untuk mengatasi hal tersebut, Dinas Pertanian akan menggelar evaluasi bersama seluruh kelompok agar tercipta kesamaan pemahaman, komitmen, serta penguatan koordinasi dalam menjalankan program.
“Kami berharap seluruh kelompok tetap optimistis menyukseskan program ini. Kerja sama harus tetap solid, koordinasi terus berjalan, serta keterbukaan dan gerak cepat sangat diperlukan karena ini merupakan program prioritas daerah. Jika ada kendala, segera disampaikan agar bisa dicarikan solusi bersama,” tegasnya.
Program Agribisnis Sapi Bali merupakan salah satu program strategis Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat dalam mengembangkan sektor peternakan berbasis plasma agribisnis pembibitan sapi. Program ini diproyeksikan menjadi fondasi pengembangan KSB sebagai salah satu sentra pembibitan sapi unggulan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak melalui sistem agribisnis yang berkelanjutan.
Melalui pengawasan lapangan yang dilakukan secara berkala, Dinas Pertanian memastikan seluruh pekerjaan tetap berada pada jalur yang telah direncanakan. Seluruh kelompok juga diminta terus mencicil penyelesaian setiap tahapan pekerjaan yang masih tertunda agar target penyelesaian pada akhir Agustus 2026 dapat tercapai sesuai jadwal, sehingga program dapat segera memasuki tahapan berikutnya menjelang peringatan Hari Ulang Tahun Kabupaten Sumbawa Barat pada November mendatang.(Red)
