Paralayang KSB telah melahirkan 60 and atlet handal dan telah meraih segudang prestasi saat mengikuti kompetisi tingkat regional maupun nasional
“Susah payah Kami dari pegiat Paralayang sudah bertahun-tahun mengejar lisensi untuk tundem tiba tiba harus terhenti gara gara ada Bandara, event event atlet pun hilang,” sesal Mukhlis diiyakan anggota pegiat Paralayang lainnya.
“Sekarang, Kami tidak bisa lagi beroperasi untuk melakukan Tundem ataupun Paralayang, ketentuannya tidak boleh ada aktivitas Paralayang dekat bandara, dikhawatirkan berdampak terhadap keselamatan aktivitas penerbangan,” ucap Mukhlis.
Merespon hal itu, Mukhlis berharap kepada Komisi II DPRD KSB bisa membantu memfasilitasi untuk mencari solusi terkait keluhan tersebut. Demikian pula kepada Pemda KSB agar juga bisa membantu mencari jalan keluar, karena Bukit Mantar satu satunya lokasi di KSB paling strategis jika dibandingkan dengan daerah lain yang ada di Pulau Sumbawa maupun di NTB, beber Mukhlis.
Sementara itu Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa Barat, Mustafa HZ saat dikonfirmasi media ini, menyatakan bahwa siap memberikan atensi terkait keluhan tersebut. “Kami akan mengkomunikasikan keluhan tersebut dengan pihak PT AMMAN, semoga ada solusi nantinya,” harapnya.
Baca juga: Pastikan Keamanan di Pelabuhan, Personel Polsek KPL Poto Tano Laksanakan Patroli Rutin
Sebelumnya, Mantar menjadi salah satu objek wisata unggulan Sumbawa Barat baik dari sisi budaya adat lokal setempat hingga dikenal sebagai salah satu spot terbaik untuk melakukan Tundem Paralayang”, pungkas Mustafa HZ.(Red)
