Sumbawa Barat Obormerahnews.com-Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Kalimantong, Kecamatan Brang Ene, memberikan klarifikasi resmi terkait pemberitaan di salah satu media daring yang menyoroti manajemen distribusi Program Makan Bergizi (MBG). Kepala SPPG Kalimantong, Muhlas Zamroni,S.Tr.Kes, menegaskan bahwa tudingan program berjalan tanpa arah dan kendali adalah tidak benar.
Baca juga: Rekrutmen CPNS 2026 Segera Dibuka, Pemkab Sumbawa Barat Ajukan 414 Formasi dari Target 450 Formasi
Dalam keterangan persnya, Muhlas Zamroni didampingi oleh Ahli Gizi Detta Bayu Kurnia, S.Gz, Akuntan Amylian Ihza Yusrina, A.md. Ak, serta Asisten Lapangan Rifky Aldi Piatama, S.Sos.
Muhlas Zamroni menyampaikan permohonan maaf yang tulus kepada para penerima manfaat—khususnya ibu hamil, menyusui, dan balita—atas insiden keterlambatan distribusi yang terjadi hingga waktu Magrib. Ia menjelaskan bahwa keterlambatan tersebut dipicu oleh faktor teknis dan kondisi alam yang tidak terduga.
“Kami menemukan adanya bahan baku yang mengalami kerusakan saat proses persiapan. Demi menjaga kualitas dan keamanan konsumsi, kami memutuskan untuk tidak menggunakan bahan tersebut dan melakukan pengadaan ulang seketika itu juga. Kami tidak ingin mengambil risiko dengan memberikan makanan dari bahan yang tidak layak,” jelas Muhlas.
Selain kendala bahan baku, faktor cuaca berupa hujan deras di wilayah Brang Ene juga menghambat proses mobilisasi tim di lapangan, sehingga jadwal distribusi terpaksa bergeser dari waktu yang telah ditentukan.
Menanggapi isu mengenai ketiadaan pengawasan, pihak SPPG Kalimantong memberikan bantahan keras. Muhlas menegaskan bahwa operasional SPPG dipantau secara ketat melalui sistem piket (shifting) yang melibatkan lima orang petugas pengawas yang terus berputar.
“Bahkan, sejumlah karyawan yang bertugas melakukan pengawasan menginap di kantor SPPG untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai prosedur. Jadi, sangat keliru jika dikatakan tidak ada kendali,” tambahnya.
