Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa Barat, Agus, S.Pd., M.M., menjelaskan bahwa pengembangan minat dan bakat merupakan bagian penting dari proses pendidikan yang tidak dapat diukur hanya melalui capaian akademik.
Menurutnya, setiap siswa memiliki potensi yang perlu dikenali dan dikembangkan melalui kesempatan belajar yang beragam. Kegiatan seni dan perlombaan dapat menjadi sarana untuk membantu pelajar menemukan kemampuan diri sekaligus melatih kedisiplinan, kreativitas, dan keberanian.
“Pengembangan minat dan bakat merupakan bagian penting dari pendidikan. Melalui kegiatan seperti FLMBKS, siswa memiliki ruang untuk menemukan potensi, mengasah kemampuan, dan belajar menampilkan karya terbaik mereka,” jelas Agus.
Ia berharap festival tersebut dapat menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pendidikan yang memberikan ruang lebih luas bagi perkembangan potensi siswa, termasuk di bidang seni dan budaya.
Dengan demikian, prestasi pendidikan tidak hanya dilihat dari hasil pembelajaran di kelas, tetapi juga dari kemampuan siswa mengembangkan kreativitas, membangun karakter, dan berkontribusi positif bagi lingkungan.
Di luar panggung seni dan kompetisi pelajar, penyelenggaraan FLMBKS 2026 juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar lokasi kegiatan.
Ramainya pengunjung yang menyaksikan pertunjukan dan perlombaan membuka peluang bagi pelaku UMKM lokal untuk menawarkan produk kepada masyarakat. Aktivitas tersebut turut menghidupkan kegiatan ekonomi di kawasan KTC selama festival berlangsung.
Kehadiran pengunjung menjadi kesempatan bagi pedagang dan pelaku usaha untuk memperluas jangkauan pasar. Dengan adanya kegiatan yang melibatkan pelajar, keluarga, tenaga pendidik, dan masyarakat, perputaran ekonomi di sekitar lokasi diharapkan meningkat.
Aspek tersebut sejalan dengan tema peringatan HUT ke-23 KSB, yakni Ekonomi Tumbuh, Sumbawa Barat Maju. Tema ini menempatkan pertumbuhan ekonomi sebagai salah satu bagian penting dalam pembangunan daerah.
Festival seni dan pendidikan pun tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi berpotensi menjadi ruang pertemuan antara kreativitas generasi muda, pelestarian budaya, dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Meski demikian, dampak ekonomi yang lebih luas tetap memerlukan dukungan penyelenggaraan yang berkelanjutan, termasuk pengelolaan kegiatan dan keterlibatan pelaku usaha lokal secara optimal.
Dilanjutkan Karnaval Budaya 20-22 Oktober
FLMBKS 2026 merupakan salah satu agenda dalam rangkaian peringatan HUT ke-23 Kabupaten Sumbawa Barat. Setelah festival berakhir pada 19 Oktober, rangkaian perayaan akan dilanjutkan dengan Karnaval Budaya pada 20-22 Oktober 2026.
Karnaval tersebut menjadi agenda berikutnya untuk menghadirkan ekspresi budaya dan memperkuat partisipasi masyarakat dalam perayaan hari jadi daerah.
Pembukaan FLMBKS 2026 turut dihadiri Sekretaris Daerah KSB, drh. Hairul, M.M., jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala organisasi perangkat daerah (OPD), para asisten, pengawas dan kepala sekolah, guru, serta tokoh masyarakat.(Red)
