Sumbawa Barat Obormerahnews.com-Sebanyak 70 penari dari Rian Art Dance Community berkolaborasi dengan siswa-siswi SMA se-Kabupaten Sumbawa Barat membawakan tarian Mutiara Khatulistiwa dalam pembukaan Festival Lomba Minat Bakat dan Kreativitas Siswa (FLMBKS) 2026.
Pertunjukan seni tersebut menjadi pembuka festival yang berlangsung di Lapangan Depan Masjid Agung Darussalam, kawasan Kemutar Telu Center (KTC), Senin malam (12/10/2026).
Festival yang berlangsung hingga 19 Oktober 2026 itu menjadi ruang bagi pelajar untuk menunjukkan kemampuan, mengembangkan kreativitas, sekaligus memperkuat kecintaan terhadap seni dan budaya daerah.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dengan tema Ekonomi Tumbuh, Sumbawa Barat Maju. Selain mendorong kreativitas generasi muda, pelaksanaan festival turut membuka peluang ekonomi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.
Bupati Sumbawa Barat, H. Amar Nurmansyah, S.T., M.Si., mengatakan pengembangan minat dan bakat generasi muda perlu dilakukan secara berkelanjutan. Menurutnya, pendidikan tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi juga harus diimbangi pembentukan karakter dan penguatan nilai-nilai budaya.
“Karakter anak-anak kita perlu terus dikembangkan melalui pendekatan adat, istiadat, dan keagamaan. Di tengah tantangan teknologi yang semakin besar, festival ini hadir untuk memacu minat, mengasah bakat, dan menumbuhkan kreativitas terbaik mereka,” ujar Amar.
Ia menilai perkembangan teknologi informasi menghadirkan tantangan sekaligus peluang bagi generasi muda. Karena itu, pelajar perlu dibekali kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan zaman tanpa kehilangan identitas budaya dan nilai-nilai yang menjadi pijakan kehidupan bermasyarakat.
Melalui FLMBKS 2026, pemerintah daerah berupaya menghadirkan ruang positif bagi siswa untuk menyalurkan energi, gagasan, dan kemampuan mereka melalui kegiatan seni serta kompetisi yang edukatif.
Bupati juga mengingatkan para peserta agar tidak menjadikan kemenangan sebagai satu-satunya tujuan. Keberanian tampil, kemauan belajar, dan kemampuan menghargai proses merupakan bagian penting dari pengalaman yang diperoleh melalui festival.
“Tampilkan semangat dan performa terbaik kalian. Apa pun hasilnya nanti, yang terpenting adalah keberanian untuk menunjukkan bakat dan kreativitas,” pesannya.
Menurut Amar, pengalaman mengikuti perlombaan dapat membantu membangun kepercayaan diri, kedisiplinan, dan kemampuan bekerja sama. Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi bekal bagi pelajar untuk berkembang, baik di lingkungan pendidikan maupun dalam kehidupan sosial.
FLMBKS 2026 mengusung tema Asah Kreativitas, Semangat Berkarya Menuju KSB Maju Luar Biasa. Sejumlah kegiatan disiapkan untuk memberikan kesempatan kepada pelajar dalam mengekspresikan kemampuan sekaligus mengenal kekayaan seni dan budaya daerah.
Dua cabang yang dilombakan dalam festival ini adalah Tari Kreasi dan Qasidah Rabana bagi pelajar SMP atau sederajat.
Kedua cabang tersebut memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan seni, keberanian tampil di depan publik, serta kepercayaan diri dalam menunjukkan hasil latihan mereka.
Tari kreasi menjadi wadah bagi pelajar untuk mengeksplorasi gerak, irama, dan gagasan kreatif melalui pertunjukan. Sementara itu, qasidah rabana memberikan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan bermusik yang berpadu dengan nilai-nilai keagamaan.
