Pangandaran Obormerahnews.com– RSUD Pangandaran mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi ancaman Virus Nipah.
Baca juga: Operator SMPN 3 Cipatujah Kab Tasik Diduga Manipulasi Data Dapodik Guru Bermasalah, Wali Murid Resah
Penyakit menular dari hewan ke manusia yang memiliki tingkat kematian tinggi meski kasusnya tergolong jarang.
Melalui akun instagram resmi RSUD Pandega @rsud_pangandaran, menegaskan bahwa Virus Nipah merupakan penyakit nyata dan bukan informasi menyesatkan.
Karena itu, masyarakat diminta tidak mengabaikan risiko penularannya serta memahami langkah pencegahan yang tepat.
Virus Nipah diketahui termasuk penyakit zoonosis, yang dapat menular dari hewan ke manusia. Kelelawar buah menjadi reservoir alami virus ini, sementara penularan juga dapat melibatkan hewan ternak seperti babi.
Selain itu, penularan antar manusia dapat terjadi melalui kontak dengan cairan tubuh, seperti droplet pernapasan, darah, urine, maupun melalui konsumsi makanan dan minuman yang telah terkontaminasi.
RSUD Pandega menjelaskan bahwa masa inkubasi Virus Nipah umumnya berlangsung antara 4 hingga 14 hari setelah seseorang terpapar.
Pada tahap awal, penderita biasanya mengalami demam, sakit kepala, nyeri otot, serta keluhan umum lainnya. Dalam beberapa kasus, dapat disertai muntah dan sakit tenggorokan.
Jika infeksi berkembang menjadi lebih berat, virus ini dapat menyerang sistem saraf pusat dan menyebabkan gangguan serius seperti penurunan kesadaran, kejang, hingga radang otak yang berisiko fatal.
