Sumbawa Barat Obormerahnews.com-Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat mulai merealisasikan Program KSB Maju Luar Biasa (KSB Maju LB) tahun 2026 melalui pengembangan klaster ekonomi agribisnis sapi. Penanaman rumput gajah perdana di Kelompok Tani Ternak (KTT) Ai Nusak, Kecamatan Sekongkang, menjadi titik awal transformasi peternakan tradisional menuju skala industri modern.
Baca juga: Pemdes Mantun Bersama PHMC AMNT dan Puskesmas Maluk Melaksanakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN)
Program ini diawali dengan penyediaan pakan ternak berkualitas melalui pengembangan dua jenis pakan utama, yakni rumput gajah dan lamtoro. Langkah tersebut diambil untuk menjawab kebutuhan pasar daging, khususnya dari perusahaan-perusahaan di wilayah Sumbawa Barat yang selama ini sulit ditembus akibat standar kualitas dan harga yang ketat.
Bupati Sumbawa Barat menegaskan bahwa satu-satunya cara menembus pasar tersebut adalah dengan menyesuaikan kualitas dan harga sesuai permintaan. “Hanya satu caranya: kita penuhi standar mereka agar mereka mengambil apa yang kita punya. Kita sesuaikan kualitas dan harganya,” ujarnya di hadapan para peternak.Jum’at (1/5/2026).
Untuk mendukung hal itu, pemerintah daerah telah mendatangkan investasi guna mengoperasikan kembali Rumah Potong Hewan (RPH) yang sebelumnya sempat beroperasi pada 2013. RPH tersebut dijadwalkan mulai memproduksi daging berkualitas pada September mendatang.
Selain itu, Pemkab juga menyiapkan lahan seluas 67 hektare di Kecamatan Brang Ene sebagai pusat penggemukan sapi. Lahan tersebut telah mengantongi persetujuan dari Menteri Kehutanan sebagai bagian dari penguatan ekosistem agribisnis peternakan di daerah.
