Sumbawa Barat Obormerahnews.com-Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mendorong pengembangan pertanian organik secara berkelanjutan dengan menjadikan Desa Benete, Kecamatan Maluk, sebagai pusat pembelajaran budidaya padi organik. Langkah tersebut disampaikan Bupati Sumbawa Barat H. Amar Nurmansyah, ST., M.Si saat menghadiri panen perdana padi organik di desa tersebut.Pada Selasa 30 Juni 2026.
Baca juga: Paska Libur, Wajah SDN 3 Cikatimas Kab Tasik Lebih Asri dan Nyaman
Lebih lanjut Bupati menuturkan, bahwa keberhasilan panen dengan produktivitas rata-rata 7,24 ton per hektare menunjukkan bahwa sistem budidaya organik memiliki prospek yang baik untuk dikembangkan di KSB. Karena itu, Dinas Pertanian diminta menyiapkan lokasi tersebut sebagai laboratorium lapangan sekaligus demonstration farm agar dapat menjadi tempat belajar bagi petani dari berbagai wilayah.
Pengembangan pertanian organik tidak hanya berorientasi pada peningkatan hasil panen, tetapi juga membangun kemampuan petani melalui proses pembelajaran yang berkelanjutan, mulai dari teknik budidaya hingga masa panen.
Panen perdana tersebut berasal dari varietas padi mentik susu yang ditanam di lahan seluas 1,5 hektare oleh 11 petani binaan Presidium Pertanian Organik Kecamatan Maluk. Kelompok tersebut terdiri dari empat petani asal Maluk dan tujuh petani dari Desa Benete, dengan pendampingan Yayasan Aliksa serta dukungan PT Amman Mineral Nusa Tenggara melalui program tanggung jawab sosial perusahaan.
