Sumbawa Barat Obormerahnews.com– Salah satu perusahaan tambang tembaga dan emas terbesar di Indonesia, PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN), dan Pusat Belajar Guru Kudus yang difasilitasi oleh Bakti Pendidikan Djarum Foundation, mengambil peran strategis dalam upaya nasional memperkuat fondasi pendidikan anak usia dini.
Baca juga: Bupati Tasikmalaya Buka Babak Kualifikasi PORPROV Ke XV Tahun 2026 Cabang Catur
Lewat Pelatihan Calon Pelatih Implementasi Berpikir Komputasional di PAUD, calon pelatih dari berbagai provinsi di Indonesia mendalami konsep berpikir komputasional serta penerapannya dalam pembelajaran anak usia dini. Langkah ini sejalan dengan inisiatif Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dalam mendorong Pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) di jenjang PAUD.
Priyo Pramono, Vice President Social Impact AMMAN, menegaskan pentingnya kolaborasi antara dunia pendidikan dan dunia industri untuk menyukseskan program ini. “Pengalaman di Sumbawa Barat dan Kudus menunjukkan bahwa berpikir komputasional menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi dengan pola pikir adaptif. Potensinya akan semakin besar jika ditanamkan sejak dini. Dengan kolaborasi bersama pendidik dan pemangku kepentingan dari berbagai provinsi, kami berharap langkah ini dapat mempercepat lahirnya sumber daya manusia yang siap bersaing menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Priyo.
Sebagai mitra yang terlibat sejak awal, AMMAN berperan penting dalam pengembangan materi dan metode pelatihan. Dalam proses ini, delapan guru PAUD turut berkontribusi, termasuk pendidik dari Sumbawa Barat—wilayah operasi AMMAN yang telah lebih dulu menerapkan program unggulan PAUD Prestasi (PAUD Berprestasi dengan Berpikir Komputasional).
Hasil pengembangan berupa panduan dan modul pelatihan ini nantinya akan menjadi acuan bagi pelatihan serta perluasan penerapan berpikir komputasional di jenjang PAUD, baik di tingkat daerah maupun nasional.
Penerapan konsep ini juga telah menunjukkan hasil yang nyata.
