Sejak 2023, pendekatan berpikir komputasional telah diterapkan oleh lebih dari 135 guru dan kepala sekolah dari 29 satuan PAUD di Sumbawa Barat yang difasilitasi oleh AMMAN. Capaian ini merupakan bagian dari gerakan nasional yang lebih luas, di mana lebih dari 700 kepala sekolah dan guru dari 211 satuan PAUD di seluruh Indonesia telah mengintegrasikan berpikir komputasional melalui pendampingan berbagai mitra pendidikan.
Suparto, Direktur Guru Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Non-Formal (Guru PAUD dan PNF), menegaskan pentingnya peran guru dalam menghadapi tantangan masa depan. “Pembelajaran koding dan kecerdasan artifisial bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan mendasar dalam menyiapkan generasi muda menghadapi tantangan masa depan. Peran guru PAUD sangat strategis untuk menanamkan fondasi berpikir komputasional sejak dini — kemampuan berpikir logis dan sistematis yang menjadi dasar untuk memecahkan masalah kompleks di berbagai bidang. Karena itu, pengembangan kapasitas guru dalam implementasi berpikir komputasional menjadi program prioritas kami,” jelas Suparto.
Dalam proses penyusunan panduan dan materi pelatihan, para guru didampingi oleh Dr. Irma Yuliantina, M.Pd, Ketua Kelompok Kerja PAUD Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Menengah (BAN PDM), serta tim Bebras Indonesia. Kolaborasi ini memastikan materi pelatihan tidak hanya relevan secara akademik, tetapi juga aplikatif di lapangan.
Baca juga: Bhabinkamtibmas Dan Babinsa Desa Sekongkang Bawah Kompak Bantu Warga Dalam Acara Adat “Sorong Serah”
Pelatihan Calon Pelatih yang digelar di Kudus hingga 31 Oktober 2025 ini diikuti oleh 38 peserta, terdiri atas guru PAUD dan kepala sekolah dari 15 provinsi di Indonesia, termasuk perwakilan dari Nusa Tenggara Barat (NTB). Selama pelatihan, peserta akan mempelajari konsep berpikir komputasional serta cara mengintegrasikannya ke dalam kurikulum nasional PAUD melalui pendekatan pembelajaran mendalam. Diharapkan, para peserta dapat menjadi pelatih yang mampu mendiseminasikan pengetahuan ini kepada lebih banyak guru di daerah masing-masing, sehingga memperluas dampak positif program seperti yang telah dirintis AMMAN di Sumbawa Barat.(Red)
