Dalam beberapa kasus, kata dia, pengelolaan dapur lebih berorientasi pada keuntungan sehingga aspek fasilitas dan standar operasional kurang diperhatikan.
“Yang muncul adalah pengusaha-pengusaha berkedok yayasan, karena orientasinya bisnis tadi. Makanya, kamar pun enggak dipikirin, diminta AC susah, kalau peralatan rusak enggak mau ganti karena hitung-hitungannya bisnis,” lanjut dia
Dia meminta BGN jangan tinggal diam dan harus melakukan evaluasi terhadap seluruh mitra penyelenggara program ini,” pungksanya
Sementara itu, mantan pejabat yang mengaku pernah menjadi dosen wartawan itu membenarkan kalau dirinya memiliki enam dapur MBG
Baca juga: Lapas Sumbawa Besar Deklarasikan Komitmen Bersama, Tegaskan Perang terhadap Narkoba dan HP Ilegal
“Ya ang saya punya enam dapur MBG,” ucapnya saat ditemui wartawan di kediamanya.(*)
