Pangandaran Obormerahnews.com– Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pangandaran kembali menjadi sorotan.
Pasalnya pengelolaan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai bisnis yang menggiurkan
Hal itu dikatakan salah seorang mitra pengelola MBG yang meminta namanya di rahasiahkan, Minggu (19/4/2026) membeberkan tentang besarnya potensi keuntungan yang bisa diraih dari pengelolaan dapur MBG.
Menurut dia, satu dapur SPPG rata-rata mengelola 2.500 porsi makanan setiap hari dengan harga per porsi Rp 15.000. Jika dihitung, total pemasukan harian mencapai Rp 37.500.000.
Namun demikian, biaya operasional dibagi menjadi tiga komponen utama, yaitu sewa dapur sebesar Rp 7.500.000, biaya operasional Rp 5.000.000, dan biaya makanan Rp 25.000.000. Total pengeluaran ini sama dengan total pemasukan harian, yaitu Rp 37.500.000.
Meski demikian, ada narasi tentang adanya margin atau selisih keuntungan yang masuk ke mitra pengelola. Dengan asumsi dapur beroperasi selama 24 hari dalam sebulan, potensi pendapatan yang bisa diperoleh mencapai Rp 300.000.000 per bulan untuk satu dapur.
Lebih lanjut, jika jumlah dapur bertambah, maka potensi pendapatan juga meningkat secara signifikan. Misalnya, 10 dapur bisa menghasilkan Rp 3 miliar per bulan, 100 dapur Rp 30 miliar, dan jika sampai 1.000 dapur, pendapatan bisa mencapai Rp 300 miliar per bulan.
Bahkan, kata dia, ada sejumlah pihak di Kabupaten Pangandaran yang memanfaatkan yayasan semata-mata
untuk mengelola dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Ada mantan pejabat Pangandaran miliki enam dapur sekaligus dengan tujuan menjadi ladang bisnis,” ucapnya
