Merujuk pada pengalaman dirinya selama 23 tahun menjadi birokrat, jika ada keputusan yang sangat sulit, harusnya mengundang pejabat terkait. Kemudian bikin notulensi rapat dan tetapkan apa yang menjadi masalah tersebut mendapatkan solusi dan dapat menjadi keputusan bersama.
“Sekarang jamannya e-Katalog, dan terdapat kejadian belum ditentukan pemenangnya dalam proses pelaksanaan program, tapi barang sudah dikirim. Itu namanya mencari masalah,” beber dia.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga mengingatkan kepada pejabat yang dirotasi, agar segera menyesuaikan diri. Jangan sampai kehadiran kita di satu institusi, ada tidak cukup tidak ada pun tidak mengurangi makna.
“Upayakan harus ada inovasi yang dapat dilakukan. Kalau pekerjaan yang biasanya dilaksanakan 7 hari, bagaimana caranya agar bisa dilaksanakan 3 hari apalagi bisa dikerjakan dalam hitungan jam,” tegas Bupati.
Terakhir Bupati menekankan bahwa tugas kita hingga akhir tahun ini adalah bagaimana mewujudkan kawasan industri. Jika smelter itu biasa, yang perlu kita wujudkan agar bagaimana industry turunan seperti contohnya pabrik kabel, pabrik pupuk, dapat hadir di KSB sehingga kawasan industry dapat diwujudkan.
Khusus kepada Camat Maluk, memiliki tanggungjawab besar terkait hal ini. Bagaimana menjaga kondusifitas. Jangan sampai sedikit sedikit jika ada masalah, larinya ke perusahaan. Kita mengajak mereka para investor ke sini butuh tenaga dan pikiran. Jangan sampai para investor nantinya tidak ada yang berani datang ke KSB karena kita sendiri tidak bisa menciptakan suasana yang kondusif bagi mereka,” pungkasnya.(Prokopim KSB)
