Dalam programnya, Fud berencana melanjutkan program Bariri dan Pariri, untuk Bariri akan mmenghapuskan sistemntabungan sebagai syarat penerima bantuan, dan mengembalikan uang yang ditabung sebelumnya kepada rakyat. Agen PDPGR akan berkolaborasi dengan RT, dan Kartu Pariri untuk lansia serta penyandang disabilitas akan ditingkatkan. Selain itu, dalam bidang kesehatan, setiap desa akan diberikan bantuan satu unit ambulans.
Fud juga berencana untuk memberikan dukungan khusus bagi janda dan anak muda. “Janda bukan aib, tapi itu takdir. Kita akan memberikan bantuan untuk janda, serta modal untuk UMKM agar naik kelas, dengan bantuan dan pelatihan,” katanya. Bunga kredit untuk petani, nelayan, dan usaha kecil menengah akan ditanggung oleh Pemda.
Dalam bidang pendidikan, Fud berencana untuk mempertahankan distribusi seragam gratis dan mempercepat distribusinya. “Kami akan memastikan budaya bukan hanya pakaian, tetapi juga ilmu budayanya yang akan ditekankan,” ujarnya. Beasiswa akan diberikan untuk masyarakat miskin, berprestasi, dan yang hafal Al-Qur’an, semuanya gratis sekolah.
Dengan program-program ini, Fud Syaifuddin ST berkomitmen untuk menjadikan Sumbawa Barat lebih sejahtera dan berdaya saing, serta menjaga martabat daerah dan warisan budaya bagi generasi mendatang.(red)
