“Kita tidak bisa terus-menerus bergantung pada sektor pertambangan. Sumbawa Barat memiliki banyak potensi lain, salah satunya adalah sektor pertanian yang harus kita optimalkan. Melalui Perusda yang berorientasi pada pertanian, kita bisa membuka lapangan pekerjaan baru dan menciptakan kemandirian ekonomi di tingkat lokal,” tambahnya.
Inovasi yang dihadirkan oleh Fud Aher melalui 12 Program FasMo ini diharapkan mampu mengangkat potensi pertanian Sumbawa Barat yang selama ini belum maksimal. Fokus pada sektor pertanian bukan hanya bertujuan untuk menjamin kestabilan harga, tetapi juga mendorong peningkatan produktivitas dan kualitas hasil pertanian.
Doktor Aher mengakui, program ini mendapatkan respon positif dari berbagai pihak, terutama para pelaku sektor pertanian. Dengan adanya komitmen dari pasangan Fud Aher untuk mengarahkan Perusda pada sektor pertanian, diharapkan pertumbuhan ekonomi di Sumbawa Barat akan semakin merata dan berkelanjutan.
“Ini adalah langkah strategis yang sudah seharusnya kita ambil. Sektor pertanian adalah tulang punggung masyarakat kita, dan melalui pengelolaan yang tepat, kita bisa memastikan bahwa para petani mendapatkan manfaat yang lebih besar dari hasil kerja keras mereka,” tambahnya.
Pasangan Fud Aher bertekad untuk terus mengembangkan inovasi dalam bidang pertanian melalui sinergi antara pemerintah daerah dan Perusda, serta mendorong kerjasama dengan berbagai pihak, termasuk para petani dan pelaku industri pertanian.
Baca juga: Polsek Kawasan Pelabuhan Laut Tano Gelar KRYD, Jamin Obyek Vital Penyebrangan Laut Tetap Aman
Dengan konsep ini, mereka berharap Sumbawa Barat bisa menjadi daerah yang lebih mandiri secara ekonomi dengan sektor pertanian yang kuat dan berkelanjutan.(Red)
